Dia….

Ia sosok istimewa. Aku bahkan tak tahu Ia dapat disebut sosok atau tidak. Mari, akan ku coba deskripsikan. Semoga kau paham. Atau, setidaknya, mendapat bahan bacaan.

Aku memanggil-Nya teman. Ia selalu bisa diajak berbincang. Ia hadir saat aku menyapa dan tetap di sana hingga kembali kami berjumpa. Selalu menyapa dengan senyum yang dikulum. Mata yang membesar saat melihatku mendekat.

Aku memanggil-Nya sahabat. Ia memiliki pundak yang selalu siap menjadi tempat bersandar. Ia tahu kapan aku harus dibiarkan menangis atau dihibur dengan kelakar. Ia marah jika aku melakukan hal bodoh namun saat aku bobrok Ia membantuku bangkit dengan sabar. Terkadang tanpa aku sadar. Saat ada beban hidup yang ku hadapi Ia selalu siap mendengar. Tak pernah ia menertawakan kesusahanku, dan Ia bisa dipercaya untuk menyimpan rahasia. Ia tak akan berkhianat.

Aku memanggil-Nya matahari dan bulan dan bintang. Terkadang Ia terasa menyengat, bersembunyi, tak terlihat. Ia bisa membakar dan membuat hidup, memancing untuk berkarya, berkerlip lucu untuk membuat tertawa. Ia sungguh luar biasa.

Aku memanggil-Nya dengan nama lain-Nya—Kasih. Ia adalah kasih. Jenis kasih yang kau lihat saat seorang anak menyeberang jalan untuk menyelamatkan hewan kecil tanpa menyadari bahaya yang ada. Jenis kasih yang melahirkan cinta dan tak pernah membuat kecewa. Kasih yang membuat hati masygul melihat orang merana dan lega melihat bahagia. Kasih yang sempurna. Kasih yang membuatku merasakan hangat meletup-letup karena aku tahu kasih-Nya juga untukku.

Aku memanggil-Nya Tuan. Sebagai manusia, dibandingkan dengan-Nya aku insignifikan. Terheran-heran mengira-ngira jalan pikiran-Nya karena aku memang tak perlu mengerti. Takjub melihat kemampuan-Nya karena tak aku miliki. Ada di bawah kuasa-Nya tanpa merasa dijajah. Ada di dasar anak tangga namun merasa di rumah. Senyaman itu Ia membuatku merasa.

Aku memanggil-Nya Guru. Rabi yang Maha Tahu. Kebijaksanaan-Nya tak terlampaui dan kurasakan saat Dia mengajar. Entah apa yang Ia maksud, menebak isi pikiran-Nya membuat kalut. Ia enigma yang tak terpecahkan. Memang tak perlu diselesaikan, karena ia bukan masalah yang memiliki solusi. Ialah jawaban untuk diri-Nya sendiri.

Aku memanggil-Nya seniman. Ia senang bermain kata-kata dan melukis keindahan yang hidup dengan mereka. Ia bisa mencipta imaji yang ada dalam otak manusia. Ia menginspirasi dan menjadi inspirasi, bahkan menciptakan inspirasi untuk aku alami. Ia indah dan membuat indah dan memperindah, membuat semuanya menjadi baik.

Aku memanggil-Nya jenaka. Ia suka bermain bersamaku—bersama kita. Ia senang menjadi sosok misterius, membuat kita bertanya-tanya. Ia suka sandi dan membuat pertanyaan ambigu dengan maksud pasti, lalu bersenang-senang melihat kita mencoba menjawab. Ia memiliki kursi terbaik untuk menonton kehidupan dari kacamata pengamat dan penikmat.

Aku memanggil-Nya Ayah. Ia tahu kapan harus memeluk atau memukul. Ia menjagaku selama aku tidur. Ayahku mendoakanku dimanapun aku berada, mengarahkan aku harus bergaul dengan siapa. Panutan luar biasa dengan standar yang begitu tinggi, namun selalu optimis akan anak-anak-Nya. Ia adalah punggung lebar yang ku kejar, tangan yang aku gandeng agar tidak tersasar, pangkuan yang membuatku merasa disayang, dekapan yang membuatku merasa aman.

Aku memanggil-Nya dengan ribuan sebutan. Semuanya memiliki arti. Dan Ia sendiri memang banyak memiliki gelar. Semuanya yang baik dan yang indah dan yang mulia. Terkadang aku bertanya-tanya apa Ia senang dengan semua sebutanku itu. Entahlah. Aku akan bertanya pada-Nya, suatu hari. Semoga aku ingat.

Aku mengetik semua, mengingat hari ini peringatan akan kelahiran-Nya. Lagi-lagi, tanggal sebenarnya tak diketahui. Memang Ia sungguh menyukai privasi. Tetapi biar saja jika ada yang mengucapkan. Aku sendiri suka begitu.

Selamat peringatan kelahiran-Mu, Yesus.

N.B. maaf, beberapa menit terlambat. Setidaknya, di zona waktu bagian bumi ini. Semoga Kau suka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s