Mereka Tak Tahu Apa-Apa

Entah apa yang merasuki gue saat pergantian hari tadi, tapi gue mendadak memungut pensil dan menulis sebanyak ini dan selesai pukul setengah satu. Topiknya pun acak. Yasudahlah. Selamat membaca.


Mereka berkata kau harus seperti mentari
Senantiasa menyinari
Memberi kehidupan bagi bumi
Namun terik bukanlah sesuatu yang dicari
Terlebih saat siag hari
Aku lebih memilih menjadi kehangatan yang syahdu
Mengobati rindu
Dicari saat malam sendu, langit gelap kalbu
Dan jeritan hati bisu menebar pilu

Mereka berkata kita semua adalah bintang
Bola gas yang bercahaya benderang
Tau apa mereka tentang terang?
Sadai semua bintang akan mati
Atau menjadi bintik hampa tanpa isi

Dan semua pemenang?
Lebih baik kau diam
Selalu ada yang kalah dalam kehidupan
Tak usah kau cekoki bualan
Hanya agar dirimu merasa suci
Kau kira itu cara tepat memberi motivasi?
Memang kata-kata baik bermakna
Namun tak bisakah kau menghibur dengan lain cara?
Agar bekerja lebih giat mencapai kemenangan
Motivasi sesat itu hanya membuat godaan
Untuk terus mencari alasan
“Setidaknya sudah kucoba” “Mungkin belum saatnya”
Lalu kami tak lagi mencoba
Karena “Kemampuan semua orang memang berbeda”

Tahu apa kau tentang menjadi muda?
“Banyak!”
Ya, tapi masamu di lain era
Dan kini kita sama-sama tak tahu apa-apa

Kalian mengajari kami berkata tidak pada seks bebas
Menahan godaan rayuan buas
Lebih baik ajari kami tentang cinta yang berbatas
Atau berikan asupan kasih
Sehingga kami tak mencari sayang di tempat lain
Atau menjadi pengguna kokain
Atau terkena adiksi nikotin

Tahu apa mereka tentang hidup yang susah?
Banyak, dan kau tak beri tahu kami
Tak ingin membuat kami resah
Hingga saat dewasa menjemput kami tak tahu cara memisahkan teman dan bedebah
Semua pendidikan, sekolah dan kuliah
Hanya akan menjadi sampah

Karena kami dibiarkan tersesat di kehidupan
Hanya bisa pasrah mengikuti aturan
Lalu mendadak diberi kebebasan
Bukankah hewan liar yang dilepas sering ingin kembali?
Banyak yang tak mengerti hukum rimba dan mati
Jangan biarkan itu terjadi pada kami

Mereka berkata mereka tahu yang sempurna
Yang ku inginkan yang apa adanya
Apa gunanya kesempurnaan
Tatkala tak memberi kepuasan
Terlebih lagi kebahagiaan

“Anak hijau. Tahu apa kau disbanding kami yang sudah banting tulang?”
Memang hanya bocah aku
Tetapi aku yang ingusan pun tahu
Tentang konformitas yang menyesakkan
Tentang rutinitas yang membosankan
Tentang tawa yang menyenangkan
Tentang kesedihan yang mematikan

Untuk yang lain, aku tak mengerti
Maukah kau memberitahuku?
Aku akan mendengar sepenuh hati

Jangan berceramah tentang arti cinta
Cinta berbeda makna bagi setiap kita
Jangan berpetuah tentang beratnya hidup
Aku sudah tahu dan sudah cukup gugup

Beri tahu aku tentang tawa dan tangis
Jangan berkata “jangan sedih”
Beri tahu aku tentang gunanya emosi
Air mata ada gunanya
Tawa juga ada
Beritahu aku
Mengapa kita tak menyukai dua-duanya?

Jangan beri tahu aku cara mencari teman
Temani satu, yang lainnya jauhkan
Aku akan tetap tersakiti
Entah dikecewakan atau dikhianati
Bahkan mungkin ditinggal mati
Ajar aku untuk tetap membuka diri
Untuk bisa mempercayai orang lain lagi

Jangan suguhkan tentang persahabatan yang selamanya
Kebanyakan orang bermuka dua atau tiga
Bermulut manis di hadapan kita saja
Ajari aku untuk menerima hubungan kontrak kerja
Dimana kami tahu hubungan kami ada dasarnya
Seburuk apapun itu, lebih baik daripada mencari ikatan batin dan persaudaraan yang tak pernah ada
Lalu kecewa dan berbalik menghina
Seolah-olah di dunia belum cukup banyak drama

Aku tak mau menjadi buta
Hanya melihat tanpa bisa merasa
Melihat permukaan saja
Aku tak mau menjadi majal
Hanya bisa merasakan diri sendiri
Tak mempedulikan orang lain
Dan tak menyesal
Aku tak mau menjadi bisu
Begitu takut akan kritik hingga tak membuka suara
Aku tak mau tuli
Menganggap suara yang penting suaraku saja

Ajari aku menyeimbangkan segalanya

Jangan beri tahu lagi bahwa waktu berharga
Atau bagaimana menghabiskan sebaik-baiknya
Ajari aku menghargai detik yang berlalu
Tanpa harus merasa terburu-buru
Memperhitungkan segalanya di saat yang genting
Tanpa hilang pijakan atas apa yang penting

Aku ingin berguru pada yang tak tahu
Yang tahu jawaban tak hanya satu

Aku ingin diajar oleh mulut yang tegasa dan tajam
Bukan yang menganggap enteng pertanyaanku karena aku muda
Atau memberi tahu apa yang enak didengar saja

Ajari aku bertanya dan menganalisa
Tak berhenti di tahap membaca saja
Buat aku berpikir dan menemukan jawabanku sendiri
Namun tetap terbuka menerima opini
Ajarku untuk tak pernah berpuas diri
Namun ingatkan hal-hal yang patut kusyukuri

Agar aku bebas dari konformitas
Agar aku memiliki identitas
Menjadi manusia yang sadar
Menghadang dusta dan semu yang beredar

Agar aku tak jadi seperti mereka
Yang tidak tahu apa-apa

Advertisements

2 thoughts on “Mereka Tak Tahu Apa-Apa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s