Bayangan yang Lalu

Kaulah dia, sang pembawa irama baru di tengah stagnasi harmoni hidup.
Namun itu dulu.
Sekarang ia sedang menilik pendentang nada baru.

Kau pernah menjadi matahari yang mencerahkan hari.
Namun kau telah redup.
Tak lebih dari kerlip bintang yang pernah kupuja,
bintang yang indah, tapi sinarnya sebentar-sebentar saja.

Dulu kau bagai bola warna yang berpenjar.
Kini pelangi itu telah pudar.
Dan kau melebur dengan bayang-bayang hitam-putih yang menyebut dirinya “Masa Lalu”.

Sayang, kau tak akan pernah tahu
betapa berharganya semua yang telah diberikannya bagimu.
Dan kau memutuskan meminta lebih, dan lebih, dan lebih…
bahkan aku pun memutuskan berkhianat.
Untuk apa bertahan dengan bocah yang seenak jidat?

Dan kala, jika, kau sedang menelaah masa lalu,
dan menemukan kesalahan-kesalahanmu,
ku berharap kau menyadari apa sebenarnya dirimu.

Tak lebih dari bayangan.
Tak lebih dari ilusi harapan…

yang pada akhirnya akan terlupakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s