Figur Cinta Kita

Dua rintik hujan yang meresap ke dalam tanah
Mengairi pohon yang sama namun tak kunjung berjua
Dua kereta di lajur yang bersebelahan
Saling melewati namun tak kunjung bertemu
Inilah figur cinta engkau dan aku
Figur cinta yang tak melebur, menyatu
Hujan dan cahaya matahari yang dapat membentuk pelangi
Namun tak bisa membentuknya secara bersama
Bagai sang rembulan dan sang surya yang memberi cahaya
Namun selalu saling berkejaran di langit
Tak pernah walau sesaat merasa dirinya utuh
Walau sejalur di gerhana keduanya tak menyentuh
Sebagaimana antara kita berdua
Hanya saling menatap tanpa mampu berkeluh
Angin yang selalu bergerak tanpa henti
Yang jika diam maka dirinya telah mati
Waktu yang tak mengenal belas kasih
Seperti itulah asmara kedua diri ini
Yang menjalani hidup tanpa bisa memikirkan hati
Yang terus melanjtkan langkah ke depan
Yang tak sempat sekedar menggandeng sang pujaan
Tawa yang getir, yang menyelubungi sakit dan sedih
Bagai suara kedua jiwa kita yang merintih
Rasanya yang menyayat s’perti genggaman terlepas
Kehampaan diri dan kesunyian yang menulikan
Udara yang tak dapat di genggam
Bintang gemerlapan tak dapat di gapai
Awan yang kelihatan namun tak terasakan
Seperti apa yang ada pada kita saat ini
Seperti yang kita rasakan; pikiran, emosi
Bentuk yang ada namun tak nyata
Rasa terkubur dalam bayang-bayang maya
Figur cinta kita 
——————————————————————————————————
Aslinya dibuat tanggal 23 Juni 2012, memakan waktu sekitar setengah jam.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s